Minggu Natal

Minggu NatalNATAL Kata Portugis ‘Natal’ berasal dari bahasa Latin Natalis, yakni Dies Natalis, yang berarti Hari Lahir. Masyarakat dalam Imperium Romawi dahulu menggunakan istilah ini untuk kelahiran dewa Sang Surya; dies natalis invicti yang berarti hari kelahiran matahari yang tak terkalahkan. Pengertiannya dihubungkan pula dengan penyembahan kaisar sebagai dewa seperti matahari. Dan demi kehormatannya sendiri sebagai ‘tuhan’ maka pada abad ke-3, kaisar menetapkan perayaan hari kelahirannya pada 25 Desember.

Di kemudian hari, ketika seluruh imperium Rmawi dikristenkan maka makna dan tanggal tersebut diambil alih dan diisi dengan makna baru, yaitu sebagai Dies Natalis Yesus Kristus. Dalam hal ini Yesus dipahami sebagai Matahari Kebenaran, Terang dunia yang sebenarnya, Raja Alam semesta, Tuhan yang sanggup turun dari takhta-Nya. Makanya, setiap tanggal 25 dan 26 Desember, selalu diperingati sebagai Hari Natal I dan Hari Natal II oleh GPIB.

Ada juga perhitungan tanggal kelahiran Yesus yang bertitik tolak dari Lukas 1:26. Jikalau Tahun Baru Yahudi (awal bulan Tisyri) jatuh pada sekitar awal Oktober, maka bulan keenam jatuh sekitar bulan Maret Apabila malaikat Gabriel datang kepada Maria pada akhir bulan keenam itu, maka akhir Desember (menurut kalender kita) adalah 9 bulan sesudahnya. Namun, menurut kalender Yahudi, bulan keenam juga dapat dihitung dari Paska, sehingga kelahiran Yesus terjadi pada musim panas dan kandang di Betlehem sedang kosong karena domba-domba bisa bermalam di alam terbuka.

Terkait dengan ketidakpastian tanggal kelahiran Yesus seperti tersebut di atas maka gereja mula-mula menyepakati suatu rentang waktu untuk kelahiran Yesus Kristus, yaitu antara 25 Desember – 6 Januari.

SUB OKTAF NATAL adalah sebutan untuk Hari Minggu di antara 25 Desember dan 1 Januari. Sering kita sebut dengan Minggu I sesudah Hari Natal yang jatuh pada suatu tanggal sebelum ‘Oktaf Natal’. ‘Sub Oktaf berarti’ di bawah oktaf.

OKTAF NATAL adalah Hari ke-8 sesudah 25 Desember, yaitu tepat pada tanggal 1 Januari. Tanggal penting, bukan saja karena tanggal itu menandai dimulainya Tahun Baru, tetapi menurut kesaksian Alkitab bahwa merupakan tanggal pemberian nama ‘Yesus’ bagi bayi Yusuf dan Maria ketika Ia disunat satu minggu sesudah Ia lahir (Luk. 2:21). Karena itu, kita beribadah pada malam akhir Tahun Lama dan permulaan Tahun Baru, bukan hanya karena kita memahami bahwa Yesus Kristus yang telah lahir sebagai Matahari Kebenaran dan Terang Dunia itu yang telah menyertai kita mengahiri tahun yang lama dan akan memuntun kita memasuki tahun baru, sehingga kita akan berjalan dengan aman dan sejahtera sepanjang tahun, tetapi terlebih karena pemberian Nama ‘Yesus’ (Penyelamat), yang didalamnya kita diselamatkan.

Simbol Hari Natal, Sub Oktaf dan Oktaf Natal Minggu Natal adalah Palungan (kuning mas) tempat bayi Yesus diletakkan (bukan laba-laba) dan pelangi dengan warna dasar putih.

  • Warna dasar : Putih
  • Lambang/Logo : Palungan dan pelangi
  • Warna pelangi : Merah, Kuning, Hijau
  • Palungan : Kuning
  • Arti:Pelangi merupakan simbol dari kesetiaan dan cinta kasih Allah bagi seisi dunia. Setelah peristiwa air bah yang menghancurkan bumi karena dosa manusia (Kej 9) maka Tuhan Allah menghadirkan pelangi sebagai tanda perjanjianNya dengan Nuh dan keturunannya (seluruh umat manusia) serta semua makhluk hidup lainya. Allah telah berjanji bahwa Ia tidak akan menghancurkan bumi ini lagi dengan air bah. Jadi, pelangi mengingatkan kita tentang kesungguhan Tuhan Allah untuk memenuhi dan menggenapi janji-janji-Nya. Dan hal itu, telah dipenuhi dan digenapi di dalam Yesus Kristus, yang lahir sebagai seorang bayi dan terbungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.
  • Jadi, pelangi dan palungan mau menjelaskan bahwa Tuhan Allah, dalam kasihNya yang tiada tara mau menjelma menjadi manusia dalam Tuhan Yesus Kristus, supaya siapa yang percaya kepadaNya, tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh. 3:16). Pelangi dan palungan juga mau menjelaskan tentang peebusan dan pembebasan yang sekaligus telah diberikan lewat kelahiran Anak Allah, yakni Yesus Kristus. Bahwa pembebasan dan penebusan tersebut diperuntukkan tidak saja bagi orang-orang pilihan, tetapi juga kepada semua orang, dan bahkan seluruh ciptaan.

Simbol ini berganti pada tanggal 6 Januari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s