Renungan Malam (25 Januari 2013)

PRIBADI YANG BEKERJA KERAS

Yohanes 5:10-18

Orang Yahudi sangat menghormati hari Sabat. Pada hari itu tidak seorangpun diperbolehkan untuk bekerja. Hari Sabat adalah identitas hidup orang Yahudi. Pada dasarnya menghormati hari Sabat adalah baik, namun menjadi lebih baik jika menghormatinya dengan tidak mengabaikan hidup orang lain. Dalam injil Markus 2:27 dikatakan, “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat”. Dengan demikian, hari Sabat hendaknya dilaksanakan dengan tetap memperhatikan agar kasih kepada sesama dapat diwujudkan sebagai pernyataan kasih kepada Tuhan.

Yesus melakukan tindakan penyembuhan untuk menyatakan pekerjaan Bapa-Nya yang tidak pernah berhenti melakukan tindakan penyelamatan. Dengan tegas Yesus mengatakannya, “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga”. Orang Yahudi melihat peristiwa ini semata-mata dari ketentuan hari Sabat. Mereka melihatnya sebagai tindakan bekerja yang tidak diperbolehkan terjadi pada hari Sabat. Tindakan Yesus yang mewujudkan kasih Bapa-Nya tidak mereka lihat. Bahkan membuat orang Yahudi berencana menganiaya dan membunuh-Nya. Mereka beranggapan bahwa Yesus telah melakukan dua kesalahan besar : bekerja pada hari Sabat dan menyamakan diri-Nya dengan Allah. Mereka sama sekali tidak mengerti bahwa ‘Yesus adalah bukan benar-benar Allah’. Suatu anggapan yang keliru atas sifat ke-Allah-an Yesus, yang kemudian dipertentangkan dengan pemahaman monoteisme Allah, yakni paham hanya ada Satu Allah. Paham itu membutakan mereka bahwa penyembuhan yang dilakukan-Nya adalah tanda bahwa Ia adalah Allah yang datang ke dalam dunia dan ke dalam hidup manusia.

Sesungguhnya ‘Yesus adalah benar-benar Allah’. Ia mengetahui orang yang ingin menggantungkan hidup pada-Nya. Itu terjadi pada diri orang sakit yang disembuhkanNya. Yesus melakukan tindakan itu, bukan hanya untuk menyatakan ke-Allah-anNya, tetapi juga untuk menunjukkan kesediaan-Nya untuk terus bekerja bagi keselamatan orang banyak. Kita yang hidup di dalam Dia terpanggil untuk ‘bekerja’ mendatangkan kebaikan bagi banyak orang agar Tuhan dimuliakan (Mat. 5:16)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s