Renungan Pagi (23 Januari 2013)

SIKAP HIDUP SEBAGAI ANAK-ANAK TERANG

Efesus 5:1-21

Hidup seseorang selalu ada dalam pengamatan orang lain. Paulus menyapa orang Kristen supaya berhikmat dalam menjalani hidup di sekitar orang lain. Hal ini terkait identitas orang Kristen sebagai anak Allah dan umat pilihan Allah, bahkan sebagai orang kudus. Padahal hidup orang Kristen tidak terpisahkan dan berada di tengah-tengah hidup orang lain. Hidup orang lain yang tidak dipimpin oleh hikmat Tuhan dapat saja mempengaruhi hidup kekristenan kita.

Hidup orang Kristen harus terus dijalani dengan hikmat Tuhan sebagai wujud dari sikap hidup sebagai anak-anak terang. Yang harus dilakukan adalah selalu menghadirkan sikap hidup yang bergantung pada Allah dan senantiasa memandang kepada-Nya. Begitulah seharusnya kita menjalani hidup sebagai anak-anak terang. Terbuka terus untk dibarui agar dapat melepaskan sikap hidup yang mementingkan diri sendiri dan dari pengaruh sikap hidup yang memiliki kecenderungan tidak berhikmat pada Allah.

Sebagai warga gereja yang berstatus anak-anak terang, kita hadir di hadapan orang lain. Sudah saatnya untuk menyaksikannya dengan sikap hidup yang selalu membutuhkan Kristus sebagai Terang. Hanya pada Kristus ada Terang dan di luar di luar Dia tidak ada Terang. Kristus adalah andalan satu-satunya yang dapat menerangi hidup kita untuk selalu berhikmat hanya pada-Nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s