Renungan Malam (23 Januari 2013)

SIKAP HIDUP YANG BERDASAR HANYA PADA KASIH KRISTUS

Efesus 5:22-33

Pada bagian ini, Paulus mengungkapkan dua hal penting. Pertama, keluarga dan gereja; kedua, gereja dan Kristus. Ketika Paulus berbicara tentang hubungan keluarga dan gereja, ia menggambarkan adanya laki-laki dan perempuan sebagai suami-istri seperti layaknya dalam keluarga. Keluarga adalah gambaran tentang kehadiran Gereja. Ketika Paulus berbicara tentang hubungan gereja dan Kristus, ia menjelaskan bahwa keduanya tidak dapat dilepaskan satu sama lain. Kehadiran Gereja membawa orang beribadah pada Kristus.

Dari dua hal penting di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa Kepala Gereja adalah Kristus, sebagaimana suami adalah kepala bagi istri. Sebagamiana istri taat atau tunduk pada suami dalam segala hal, begitulah seharusnya yang terjadi atas gereja kepada Kristus. Sebagaimana suami mengasihi istri dengan kasih yang serupa dengan Kasih Kristus, begitulah yang Kristus lakukan terhadap gereja-Nya. Bahkan Kristus memelihara Gereja bagaikan Diri-Nya sendiri, sebagaimana dipahami bahwa gereja adalah Tubuh-Nya. Hal ini digambarkan sebagaimana suami memelihara istri dan sebaliknya istri memlihara suami yang selalu saling mengasihi satu dengan yang lain.

Kehidupan suami –istri harus tetap dijalani dengan saling mengasihi sebagaimana kasih Kristus nyata pada Gereja sejak mulanya. Tetaplah menjadikan kasih Kristus sebagai dasar bagi kasih suami-istri. Itulah yang harus terjadi dalam keluarga kristiani, sebagai kesaksian di tengah gereja dan masyarakat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s