Renungan Minggu (22 Mei 2011)

HANYA OLEH KASIH KARUNIA ALLAH

Bacaan Alkitab : Efesus 2 : 1-7

Seringkali kita menganggap diri kita lebih suci dari orang lain. Bagi kita, mereka begitu berdosa dan kita setingkat lebih suci dari mereka. Anggapan seperti ini sungguh keterlaluan karena kita tidak menyadari bahwa kita adalah sesama manusia yang tidak luput dari kelemahan dan dosa. Dalam surat kepada jemaat Efesus, Paulus mengatakan : “ Kami dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu menaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.” Nasihat Paulus ini mengingatkan kita semua bahwa dulunya kita berada dalam kondisi seperti ini. Kita semua sama durhakanya di hadapan Allah. Seharusnya kita dihukum dan dibuang, tetapi syukur kepada Allah yang kaya dengan rahmat oleh kasih karunia-Nya kita ditebus dan diselamatkan. Suatu anugerah besar kita terima dari Allah. Kita memperolehnya bukan karena kita telah menyenangkan hati Allah atau telah melakukan sesuatu yang baik kepada-Nya. Dalam ketidak taatan kepada Allah, Dia menghampiri kita dengan kasih karunia-Nya yang menyelamatkan di dalam Yesus Kristus.

Menyadari akan karya Allah yang begitu besar dalam kehidupan kita sebagai orang percaya kiranya dapat menuntun kita supaya membuang jauh-jauh kesombongan menilai diri kita lebih baik, lebih suci dari pada orang lain. Kemudian dengan rendah hati merangkul orang-orang yang karena kelemahannya masih berada dalam perbudakan dosa. Tuhan tentu saja dapat memakai kita sebagai orang yang telah ditebus untuk membawa mereka datang kepada Kristus dan mengalami kasih karunia-Nya yang menyelamatkan itu. Patut juga di sadari bahwa untuk membawa orang datang pada Kristus bukan suatu hal yang mudah. Kita butuh kuasa kristus dalam tuntunan Roh Kudus. Sehingga jika orang lain dapat datang kepada Kristus; hal tersebut semata-mata karena kuasa Kristus; bukan karena kehebatan kita. Kita hanya alat dalam tangan Tuhan sebagai saluran kasih dan kuasa karunia-Nya

Pdt. Drs. Rudy I. Ririhena, M.Si

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s