Renungan Minggu (8 Mei 2011)

Dibenarkan Karena Iman

Bacaan Alkitab : Roma 5 : 1 – 6

Seseorang dibenarkan karena memang dia tidak bersalah dan apa yang dilakukannya patut untuk dibenarkan. Ini sudah lumrah dan biasa saja; tidak ada yang istimewa. Tetapi jika seseorang telah berbuat sesuatu kesalahan besar dan patut untuk di hukum kemudian ternyata tidak dihukum dan malah dibenarkan, maka ini sesuatu yang istimewa dan luar biasa. Tindakan yang luar biasa itu dilakukan Allah ketika manusia berbuat dosa dan menyebabkan hubungannya dengan Allah menjadi tegang; tidak harmonis, bahkan putus. Sepatutnya manusia dihukum karena perbuatan dosa. Tetapi yang terjadi kemudian adalah bahwa manusia dibenarkan oleh Allah.

Dibenarkan mengandung arti bahwa hubungan manusia dengan Allah dipulihkan. Allah sendiri yang bertindak memulihkan hubungan-Nya dengan manusia. Tindakan Allah itu karena Dia begitu mengasihi manusia.

Pembenaran oleh Allah dilakukan melalui pengorbanan Yesus Kristus. Artinya, jika manusia beriman kepada Yesus Kristus maka ia memperoleh kasih karunia-Nya, yakni dibenarkan untuk masuk dalam persekutuan dengan Dia, menjadi umat-Nya dan percaya bahwa Dia adalah Allah kita. Berada dalam hubungan yang sudah dipulihkan dengan sendirinya membuat kita berada dalam damai sejahtera Allah.

Sebagai umat yang sudah dibenarkan hendaknya kita sadar bahwa kalau bukan oleh Allah dan karena kasih karunia Yesus Kristus maka kita belum tentu mengalami pembenaran dan damai sejahtera. Dalam kesadaran seperti ini diperlukan sikap rendah hati untuk mensyukuri kasih karunia Allah itu dan memberlakukannya dalam kehidupan setiap hari. Itu berarti damai sejahtera tidak hanya kita alami dengan Allah tetapi kita juga diminta untuk menjadi saluran damai sejahtera itu kepada orang lain. Untuk itu sikap egois, arogan dan mau menang sendiri harus kita singkirkan sebab hanya menimbulkan kebencian dan sakit hati yang pada gilirannya membawa ketidakdamaian. Sebagai orang yang susah dibenarkan karena iman kepada Kristus, mari kita singkirkan sikap hidup yang tidak menghasilkan damai sejahtera dalam hidup kita.

* Pdt. Drs. Rudy I. Ririhena, M.Si

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s